Temukan Peta belajar Menjadi Seorang Ibu

Bismillah

Hai, para petualang.

Setelah bermain adrenalin di wahana surfing, kami di kelas pra bunda sayang kembali bermain dengan hal yang lebih menantang, yaitu wahana wake boarding. Wahana wake boarding adalah wahana untuk menemukan core value dan karakter moral ibu profesional.

Apakah persiapan wake boarding?

Persiapan ini dilakukan ibu pembelajar untuk terus menjalankan misinya dengan suka cita hingga akhir hayat, yaitu Core Value. Farida Ariyani menyampaikan bahwaCore value itu ibarat tali yang menarik diri kita saat berselancar, antara lain:

  1. Semangat belajar,
  2. Terus berkembang,
  3. Aktif berkarya,
  4. Selalu berbagi,
  5. Selalu berdampak.

Selanjutnya, Ressy Laila menyampaikan karakter moral yang berfungsi sebagai persiapan saat melakukan proses belajar. Ini ibarat alat bantu agar kita selamat ketika menghadapi tantangan belajar

1. Never stopped running-the mission alive

Seorang ibu sejatinya akan menjalankan misinya dengan sepenuh hati. Karena kita hidup di dunia ini memiliki misi.

2. Don’t teach me! I love to Learn

Ibu pembelajar itu harus belajar mandiri agar bisa survive.

3. I know I can be Better

Ibu pembelajar selalu berusaha menjadi lebih baik

4. Always on time

Ibu pembelajar akan menghargai waktu yang ada.

5. Sharing is caring (publikasi bermartabat)

Ibu pembelajar senang berbagi ilmu. Membagikan ilmu akan lebih powerfull ketika telah dipraktekkan.

Jadi, sebelum kita melangkah dan memilah apa yang perlu kita pelajari, kita perlu tahu dulu posisi kita sekarang sampai dimana? Kira-kira, hal apa yang perlu kita perbaiki? Apa yang kita suka dan kita bisa?

Persiapkan diri sebelum menjadi Ibu pembelajar

Seolah-olah tidak ada batas antara dunia maya dengan dunia nyata. Karena segala informasi bisa didapatkan dengan mudah melalui gawai dari tempat kita berada. Berbagai informasi bisa diakses saat itu juga tanpa harus datang ke perpustakaan untuk mendapatkannya.

Sebagai seorang ibu pun rasanya butuh banyak ilmu yang tidak pernah habis dengan tema belajar yang diinginkan. Tsunami informasi pun mulai datang menyerang jika kita tidak memiliki tujuan belajar yang jelas.

Persiapkan diri kita dimulai dengan menentukan strong why, menentukan tujuan, meningkatkan kompetensi ilmu yang dimiliki, melatih ilmu dengan mempraktekannya, dan mendukung ilmu dengan cara membagikannya.

Menentukan Strong Why

Mengapa seorang ibu perlu belajar? Berikut ini ada beberapa alasannya.

1.Karena manusia memiliki fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Ketika mendengar wawancara dengan Kang Abay, seorang penulis, di sebuah channel youtube. ia mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan berbagai macam potensi yang dimiliki untuk mengambil peran kehidupan. Ini erat kaitannya dengan tujuan manusia diciptakan yakni sebagai khalifah di muka bumi.

QS. Al Baqarah/2: 30

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…”

2. Karena belajar adalah perintah Allah

Ada di dalam QS. Al Alaq: 1-5 sebagai perintah untuk belajar atau menuntut ilmu. Mengapa wahyu pertama ini, kita diperintahkan untuk “membaca” sebelum melakukan ibadah lainnya? Ustaz Hasyim menunjukkan bahwa sebelum kita beramal (beribadah), kita wajib berilmu. Oleh karena itu, menuntut ilmu hukumnya wajib bagi seorang muslim. Ibnu Katsir pun menyebutkan, “Ikatlah ilmu dengan tulisan”.

3. Karena orang tua dan anak hidup di zaman yang berbeda

Ali bin Abi Thalib Ra

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”

4. Karena anak adalah amanah

Mendidik dan membesarkan anak adalah amanah Allah SWT dan banyak hal yang harus diperhatikan ketika menentukan pola pendidikan dan pengasuhan yang terbaik untuk masing-masing anak.

Amal jariyah yang bisa menemani ketika kembali kepada Sang Khalik, antara lain sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak-anak shalih. Untuk itu, kita perlu mempersiapkan anak-anak dengan menguatkan agamanya dan berbakti kepada kedua orang tua.

Menentukan Tujuan

Menentukan tujuan adalah cara untuk membuat ilmu yang ingin kita pelajari menjadi lebih terarah dan tidak mengalami tsunami informasi. Tujuan utama menjadi Ibu Pembelajar yaitu agar memiliki kecakapan dan mampu menghadapi tantangan di setiap perannya serta berusaha menjadi lebih baik. Ilmu yang dicapainya pun dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas diri maupun keluarga.

Membuat Peta Belajar

Sejak anak lahir, ada banyak kejutan yang memaksa saya untuk selalu belajar. Dari pengalaman tersebut, saya mendapat inspirasi untuk membuat peta belajar yang ingin dijalankan. Peta belajar ini adalah ilmu yang ingin ditingkatkan, dilatih, kemudian dipraktekkan.

Adapun ilmu-ilmu yang menjadi fokus saya belajar saat ini, yaitu:

1. Pengasuhan anak

Kenangan indah di masa kecil adalah hal yang berharga. Untuk itu, saya ingin memberikan kenangan berharga bersama mereka sejak dini dengan menemani tumbuh kembang mereka secara optimal.

Manfaat yang dirasakan setelah belajar tumbuh kembang anak usia dini-salah satu materi di pengasuhan anak-adalah mampu mengontrol ekspektasi. Ekspektasi yang berlebihan atau over expectation kepada anak bisa menjadi masalah yang akhirnya membuat kita sering marah kepada mereka.

Dengan mengetahui ilmu tersebut, kita bisa belajar bagaimana cara menghadapi anak ketika emosinya tidak berjalan dengan baik.

2. Montessori

Tujuan mendalami ilmu Montessori yaitu agar dapat membuat kegiatan yang terencana untuk menstimulus potensi anak.

Ilmu pengasuhan anak dan Montessori adalah ilmu yang saling mendukung satu sama lain. Sejak mengenal filosofi Montessori, saya dapat melihat anak sesuai dengan tahapan sensitifnya dan bisa menstimulus perkembangannya. Saat ini, saya pun sedang mengambil program diploma Montessori. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk lingkungan.  Ide kegiatan untuk menstimulus anak dibagikan di Instagram @ima_mariafatimah.

3. Menulis

Tujuan menulis adalah kegiatan untuk mengikat ilmu dan bermanfaat untuk melepaskan stres. Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi seorang ibu itu memiliki banyak tantangan. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan belajar dengan cara menulis di blog ini lalu berlatih berbicara serta menyampaikan atas tulisan yang ditulisnya di channel youtube Maria Fatimah.

Atas izin Allah, telah terbit karya buku solo berjudul 3M (Mendampingi, Menstimulus, Mengantisipasi) pada bulan Januari 2020. Buku ini berisikan tentang tahapan tumbuh kembang anak, cara untuk menstimulus perkembangan anak, cara untuk mengatisipasi jika ada perkembangan yang terlambat, dan Montessori sebagai ilmu melihat potensi anak.

4. Desain

Tujuan mempelajari ilmu desain yaitu agar dapat menyampaikan ilmu dengan cara yang menarik di berbagai kanal media.

Allah SWT begitu baik karena memberikan kesempatan belajar dan bereksplorasi dengan mengambil amanah sebagai manajer media dan komunikasi di HIMA (Himpunan Mahasiswa) Institut Ibu Profesional Jakarta.

Ilmu-ilmu di dalam peta belajar tidak akan lengkap jika hanya dipelajari. Ada yang pernah mengatakan, “Jangan mengkoleksi ilmu, namun ilmu juga perlu dipraktekkan”. Rasanya “deg” sekali ketika mendengar hal itu. Untuk itu, saya pun masih berusaha untuk konsisten dengan mempelajari ilmu, melatihnya dengan mempraktekannya, serta membagi ilmu yang telah dimiliki.

Adakah tantangan yang dihadapi menjadi Ibu Pembelajar?

Tentu ada banyak yang dihadapi selama menjadi Ibu Pembelajar, antara lain

  1. Manajemen waktu
  2. Manajemen emosi
  3. Melatih konsistensi

Motivasi meraih ilmu bukan karena perlombaan ataupun memenuhi ekspektasi orang lain, Melainkan untuk diri sendiri dan keluarga. Karena setiap orang memiliki kapasitas kemampuan masing-masing.

Yang bisa kita lakukan untuk menaklukkan tantangan tersebut adalah melihat strong why kita menjadi Ibu Pembelajar dan berada di lingkungan yang sevisi dan semisi, Orang-orang yang berada di lingkungan tersebut bisa jadi motivasi dan pengingat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.

Peta diri perkembangan selama di Ibu Profesional

Seorang ibu butuh wadah untuk mengembangkan diri serta berada di komunitas yang mendukungnya untuk dapat berkembang. Peta diri selama berada di Ibu Profesional Jakarta.

  • Mengikuti kelas matrikulasi batch 6
  • Berbagi dan melayani di kepanitiaan wisuda matrikulasi batch 6 menjadi sekertaris
  • Mengambil amanah sebagai Manajer media komunikasi HIMA di kepengurusan New Chapter di IP regional Jakarta

Dari pengalaman hidup, saya belajar bahwa Allah SWT sedang mempersiapkan sesuatu di depan dengan memberikan tantangan satu per satu. Selalu ada kebaikan di setiap ujian yang diberikan. Pilihannya hanya berprasangka baik kepada-Nya dan ikhlas menjalankannya atau tidak

@ima_mariafatimah

Atas izin Allah, saya bisa merintis untuk menulis buku dan mengembangkan instagram serta youtube sebagai sarana belajar dan berbagi. Dengan terbukanya ilmu yang Allah berikan, semoga saya bisa menjadi penulis buku best seller dan edukator yang bisa berbagi ilmu serta bermanfaat bagi lingkungan. Aamiin yaa robbal’alamiin..

Sumber:

Materi wake boarding kelas pra bunda sayang #5

Tausyiah Ramadhan; Keutamaan Menuntut Ilmu Pengetahuan. Iainpare.ac.id

1 thought on “Temukan Peta belajar Menjadi Seorang Ibu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s