Perpustakaan Anak Sebagai Alternatif Liburan Keluarga

Bismillahirrohmaanirrohiim

Hai-hai, para orang tua pembelajar.

Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat walafiat ya.

Adakah yang punya pengalaman mengajak anak ke perpustakaan? Akhir Desember 2019, pertama kali saya mengajak anak ke perpustakaan. Tepatnya ke perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di daerah Sudirman.

Sempat berpikir, apa iya bisa bawa anak kesana? Karena perpustakaan identik dengan tempat yang butuh keheningan dengan suasana yang syahdu. Dan masih membayangkan bagaimana bisa membawa anak-anak untuk tertarik duduk lama menikmati buku-buku di sana. Pikiran itu seketika runtuh ketika seorang teman menyampaikan bahwa ada banyak tempat yang menyediakan perpustakaan ramah anak. Wah seru, kan!

Hai, kamu kemana aja selama ini. Ajak main anak cuma ke playground atau mall. Hihihi.

Padahal, ada sebagian masyarakat yang mulai menjadikan perpustakaan sebagai wadah untuk menumbuhkan minat baca sejak dini. Perpustakaan bisa menjadi tujuan destinasi di akhir pekan sebagai sarana quality time bersama anak-anaknya.

Dilansir dari parenting-orami, menurut seorang dokter anak dan peneliti di Pusat Penelusuran Literasi dan Membaca Rumah Sakit Anak Cincinnati, dr. John S. Hutton. Ia menyebutkan, “Anak yang banyak membaca selama tahap perkembangannya akan membantu pengembangan otak dan bahasa anak”. Oleh sebab itu, para orang tua dianjurkan untuk membiasakan si kecil membaca sejak dini, untuk menumbuhkan pembelajaran dan menciptakan koneksi di otak anak yang penting untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak.

REFERENSI PERPUSTAKAAN RAMAH ANAK

Terdapat beberapa wisata edukasi yang menyediakan tempat khusus membaca anak-anak di Jakarta dan sekitarnya. Tidak hanya menyediakan koleksi buku yang dapat dibaca anak, ada juga yang dilengkapi dengan fasilitas seperti koleksi beragam permainan edukatif ataupun permainan indoor yang menarik. Tempat membaca ini juga dilengkapi dengan sofa-sofa kecil, bantal, beraneka ragam boneka, serta meja dan kursi warna warni agar anak dapat membaca dengan nyaman.

Ada tujuh tempat perpustakaan ramah anak yang ada di Jakarta, antara lain:

1.Perpustakaan Nasional RI.

Alamat: Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (lantai 7).

2.Perpustakaan Umum DKI Jakarta di Cikini

Alamat: Taman Ismail Marzuki, No. 73, Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

3.Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Alamat: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gedung A Lantai 1 Jl. Jenderal Sudirman RT.1/RW.3 Gelora, RT.1/RW.3, Senayan, Kota Jakarta Pusat.

4.Rimba Baca.

Alamat: Jl. RSPP, no. 21B, Cilandak, Jakarta Selatan.

5.The Open Book

Alamat: Summarecon Digital Center, Scientia Square Park, Garden View Suite 2, Gading Serpong.

6.Rumah Kerinci

Alamat: Jalan Kerinci III, No.9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

7.Rabbit Hole

Alamat: Jl. Bangka Raya No. 53B, Kemang.

PERPUSTAKAAN RAMAH ANAK DI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pertama kali mengajak anak ke perpustakaan dan menjadi pertama kalinya mendatangi perpustakaan yang ada ruang koleksi anak. Pengalaman yang seru dan menyenangkan saat membawa anak belajar dan bermain di dalamnya. Fasilitas ruang anak ini ada di lantai dua di gedung perpustakaan Kemendikbud.

Bagaimana caranya jika kita ingin menjadi anggota di perpustakaan ini?

Syaratnya mudah dan gratis. Cukup dengan menunjukkan kartu pegawai, bagi karyawan Kemendikbud atau kartu identitas (KTP) bagi masyarakat biasa. Kita bisa mengunjungi perpustakan Kemendikbud pada Senin-Jumat, pukul 08.00-16.00 WIB, dan Sabtu 09.00-14.00 WIB. Minggu dan hari libur nasional tutup, ya!

Ada puluhan buku bacaan anak dengan berbagai jenis usia bisa dinikmati di setiap rak buku yang dilengkapi dengan kursi dan meja belajar dengan warna yang cerah. Pun, terdapat blok-blok terbuat dari kayu dengan warna natural untuk meningkatkan kemampuan imajinasi akan persepsi ruang.

Di sudut ruangan anak ini terdapat panggung kecil yang sering digunakan untuk kegiatan mendongeng. Juga ada boneka-boneka karakter yang menggemaskan disusun di rak-rak. Untuk anak-anak yang senang bermain boneka-bonekaan, sudut ruangan ini cocok sebagai tempat berinteraksi layaknya di atas panggung.

Di sana juga ada berbagai macam mainan edukasi, seperti lego, papan kayu, miniature hewan dari kayu, dan berbagai mainan pretend play. Untuk melengkapi keseruan bermain, ada kostum cosplay agar anak bebas berimajinasi di ruangan tersebut,  

Mba Hana pun tak ingin ketinggalan mamanya melewatkan keseruan bermain dengannya. Dengan duduk manis, ia meminta saya untuk ikut bermain lego di sebelahnya.

Ruang anak ini tidak hanya nyaman untuk anak-anak, melainkan di dalamnya terdapat ruang laktasi bagi ibu yang ingin menyusui. Jadi, untuk ibu yang masih menyusui tidak perlu khawatir jika ingin membawa anak di bawah usia dua tahun.  

Yuk, jadikan perpustakaan sebagai alternatif wisata edukasi anak-anak di akhir pekan. Selain, bisa meningkatkan minat baca anak sejak dini, juga bisa sebagai sarana belajar sambil bermain.

Sumber:

https://parenting.orami.co.id/magazine/4-rekomendasi-perpustakaan-seru-untuk-si-kecil/

https://ilovelife.co.id/blog/5-perpustakaan-anak-yang-seru-dan-wajib-untuk-dikunjungi/

One Reply to “Perpustakaan Anak Sebagai Alternatif Liburan Keluarga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s