Tujuh Batik Solo yang Paling Digemari

Bismillah

Hai ayah bunda pembelajar. Apa kabar?

Semoga senantiasa dalam keadaan sehat walafiat, aamiin.

                Wong Jawa kok gak kenal leluhurnya. Merasa malu tidak kenal kampung halaman karena lahir dan besar di Jakarta. Pengetahuan tentang Solo hanya sebatas sebuah kota yang ada di peta Indonesia, sementara orang tua berasal dari Solo tepatnya kota Boyolali.

                Kesadaran untuk memahami wastra batik asal Solo ini adalah ketika saya hendak memilih bawahan untuk dipadupadankan dengan pakaian pernikahan. Saat disajikan beberapa motif kain, yang menurut saya itu bagus semua, ternyata memiliki arti yang berbeda.

Nyatanya, batik Solo adalah salah satu ikon batik Indonesia yang sangat berpengaruh, kharismanya memukau dunia. Batik tulis Solo pun memiliki ciri khas dengan pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu soga. 

Ada tujuh motif batik Solo yang memukau dan filosofi yang terkandung di dalamnya, antara lain:

1. Batik Solo Motif Sidomukti

Sumber gambar: tagar.id

Sidomukti berasal dari kata ‘sido’ yang artinya jadi, dan ‘mukti’ yang artinya makmur, sejahtera, berkecukupan, mulia. Batik motif ini sering dipakai sepasang pengantin Jawa khususnya Solo di pelaminan, dimaksudkan supaya dalam mengarungi hidup baru akan dilimpati keberkahan, rezeki, bahagia selamanya.

2. Batik Solo Motif Truntum

Sumber gambar: tagar.id

‘Truntum’ sering dimaknai penuntun. Pada mulanya perempuan Jawa khususnya perempuan Solo yang sudah menjadi orangtua biasanya memakai kain batik motif truntum ini, maksudnya ia diharapkan menjadi penuntun atau panutan bagi anak-anaknya. Lebih khusus lagi dalam prosesi pernikahan Jawa khusunya Solo, orangtua pengantin biasanya memakai motif ini.

3. Batik Solo Motif Sawat

Sumber gambar: tagar.id

Motif ini sering dimaknai dengan burung garuda sebagai kendaraan untuk Dewa Wisnu dengan lambang raja atau kekuasaan. Hingga saat ini, motif dari batik sawat ini masih sering digunakan pasangan pengantin untuk prosesi pernikahan. Dari folosofinya diyakini dapat melindungi kehidupan si pemakainya.

4. Batik Solo Motif Parang

Sumber gambar: tagar.id

Batik Parang adalah salah satu motif batik paling tua di Indonesia. Kata Parang sendiri berasal dari ‘pereng’ yaitu lereng. Motif ini telah ada dari zaman Keraton Mataram Kartasura, lambang semangat, kokoh laksana batu karang, walau selalu diterjang ombak, tetap berdiri tegak. Motif ini juga bermakan kesinambungan, tidak pernah putus memperbaiki diri dan memperjuangkan kesejahteraan dalam kehidupan.

5. Batik Solo Motif Kawung

Sumber gambar: tagar.id

Batik Solo motif kawung membentuk bulatan-bulatang mirip buah kawung sejenis buah kolang-kaling atau buah kelapa. Juga dimaknai bunga teratai yang sering diartikan kesucian atau umur panjang. Memakai batik bermotif kawung bisa mencerminkan kepribadian seorang pemimpin yang mampu menjaga hati, mampu mengendalikan hawa nafsu sendiri.

6. Batik Solo Motif Satrio Manah

Sumber gambar: tagar.id

Motif satrio manah ini biasa dipakai oleh wali pengantin pria pada saat prosesi lamaran atau meminang calon pengantin perempuan. Makna dari motif batik ini supaya lamaran diterima oleh pihak calon pengantin perempuan beserta keluarganya.

7. Batik Solo Motif Semen Rante

Sumber gambar: tagar.id

Batik motif semen rante atau rantai melambangkan cinta, biasanya dipakai perempuan dalam prosesi lamaran. Artinya bahwa sejak dipinang hingga selamanya hati perempuan yang memakai batik ini selalu terikat pada pria yang akan menikahinya. Kata semen diambil dari kata semai, artinya agar cinta di antara sepasang kekasih ini selalu bersemi. Secara keseluruhan batik motif semen rante menyiratkan sebuah ikatan yang kokoh.

Kabar pengrajin batik Solo di masa pandemi

Bukan hal yang mudah untuk bertahan di kondisi pandemi ini. Tak terkecuali dengan pengrajin batik, yang turut terkena imbasnya. Kondisi ini membuat UMKM batik harus berjuang lebih keras. Apalagi produk batik bukanlah kebutuhan sehari-hari, sehingga harus pandai mencari peluang.

Para pengrajin batik ini beralih dari membuat kain lalu memproduksi masker. Tentunya dengan memanfaatkan kain perca bermotif batik. Seiring waktu, batik print sampai batik sutra digunakan untuk membuat masker dengan harga premium.

Dengan memanfaatkan internet, para pengrajin dapat memasarkan masker kainnya melalui marketplace. Serta melalui hubungan baik yang terjalin dengan pelanggan lama. Dari situ, para pengrajin ‘kebanjiran’ pesanan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dari pengalaman para pengrajin batik ini, adaptasi dan pantang menyerah adalah kata yang bisa menggambarkan situasi mereka saat ini.

Hope is important because it can make the present moment less difficult to bear. If we believe that tomorrow will be better, we can bear a hardship today

Thich Nhat Hanh

Harapan itu penting karena itu akan membuat hari ini lebih mudah untuk dijalani. Jika kita percaya bahwa hari esok akan lebih baik, kita dapat menguasai hari ini.

#Writober2020 #RBMIPJakarta #Wastra

Sumber:

https://merdeka.com

https://tagar.id

4 Replies to “Tujuh Batik Solo yang Paling Digemari”

  1. Haloo, mbak. Salam kenal. ini pertama kali aku mengunjungi blog ini. Aku juga orang Jawa, tapi lahir di Sumatera, sebab mbah ku merantau ke sini 😀
    Infonya sangat menarik, mba. Sejujurnya aku tidak terlalu faham gimana jenis-jenis batik. Tau nya cuma batik tok. udah gitu doang hahaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s