Apakah semua jenis cumi-cumi dapat dimakan?

Hai orang tua pembelajar, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat walafiat, aamiin.

Adakah diantara kalian yang suka makan seafood? Makanan laut apa yang biasa sering kamu makan? Apakah udang, cumi-cumi, ikan salmon? Kalau saya termasuk pencinta semua jenis makanan laut. Itu doyan atau laper ya, ahay. Jika ada yang memiliki alergi terhadap seafood, sebaiknya menjauhinya agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Apakah ibu hamil boleh makan seafood?

Makanan yang dimasak sampai matang secara sempurna itu perlu diperhatikan oleh ibu hamil.

Bagaimana dengan ibu hamil yang senang makan seafood. Apakah aman untuk dikonsumi? Saat hamil, kita sibuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebab, makanan yang kita konsumsi juga akan dikonsumsi janin.

Menurut medical editor dari sehatQ, dr. Anandika Pawitri, ibu hamil boleh makan cumi, ikan, atau seafood yang lain. Asalkan makanan tersebut dimasak sampai matang secara sempurna. Ibu hamil juga disarankan untuk tidak makan seafood yang setengah matang. Dengan demikian, perlu untuk mencuci cumi hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan kontaminasi bakteri. Lalu, ada satu syarat tambahan yang harus diperhatikan apabila ibu hamil ingin makan cumi, yaitu kandungan merkurinya Saat makan seafood, selalu ada risiko paparan merkuri. Jadi, walaupun secara umum boleh, porsinya tetap harus dibatasi.

Bagaimana jika kita memiliki potensi alergi akibat memakan cumi? Sebenarnya potensi alergi, tidak hanya muncul pada ibu hamil. Namun apabila sebelum hamil tidak memiliki alergi terhadap cumi, maka ketika hamil pun kemungkinan besar tidak alergi cumi. Meski demikian, ibu hamil sebaiknya tetap memperhatikan gejala-gejala alergi akibat cumi. Misalnya gatal-gatal, kulit kemerahan, membengkaknya bibir, serta sesak napas.

Tips Membersihkan Cumi Segar

Mengapa cumi sering disebut sebagai makanan yang tidak sehat? Jawabannya ada pada cara mengolahnya. Apabila cumi diolah dengan digoreng menggunakan tepung, maka kadar lemak jenuhnya akan naik drastis.

Sekitar 85 gram cumi mentah, kadar kolesterol yang terkandung di dalamnya hanyalah sekitar 198 mg. Sementara itu, cumi memiliki kandungan protein sekitar 13,2 gram, diikuti dengan kadar lemak jenuh sebanyak 0,3 gram.Sehingga, saat ingin mengonsumsi olahan cumi, ibu hamil sebaiknya memilih yang dimasak secara sehat.

Berikut ini cara membersihkan cumi-cumi jika kita ingin coba mengolahnya sendiri, dikutip dari The Spruce Eats dalam artikel haibunda.com

1.Pisahkan kepala dari tubuh cumi-cumi

Cara memisahkan kepala dan tubuh cumi dengan mudah yaitu dengan menarik kepala dari tubuhnya dengan kuat, dengan gerakan sedikit memutar. Dengan begitu, kepala dan jeroan akan keluar dari tubuh cumi-cumi. Tentakel dan tubuh cumi-cumi bisa dimakan. Sedangkan kepala di belakang tentakel dan jeroan dibuang. Tinta cumi-cumi juga dapat dinikmati sebagai tambahan bumbu untuk berbagai resep.

2. Buang kantung tinta cumi-cumi

Tinta cumi digunakan oleh banyak koki untuk menambah rasa tambahan pada resep. Jika kita membersihkan cumi-cumi sendiri, kita akan melihat tinta tersebut dalam kantung tinta. Kantung tinta cumi terletak di jeroan, bentuknya seperti garis hitam, dan mudah dilepaskan hanya dengan jari atau gunakan pisau. Caranya, tusuk kantung tinta kemudian lepaskan dari jeroan.

3. Potong tentakel

Tentakel cumi dapat dimakan dan sangat enak untuk digoreng atau diolah dengan cara lain. Cara memotong tentakel mudah, tempatkan pisau tepat di belakang mata cumi dan potong lurus ke bawah.

4. Buang paruh dari tentakel

Jika berencana memakan tentakel cumi-cumi, kita harus melepaskan paruhnya. Paruh cumi adalah sepotong tulang rawan. Letaknya di dasar tentakel di mana mereka terhubung ke kepala cumi-cumi. Setelah tentakel dipotong dari kepala, remas jaringan ikat di bagian atas dan paruh akan dengan mudah keluar.

5. Buang tulang rawan

Dalam tubuh cumi-cumi ada sepotong tulang rawan yang tipis namun terlihat jelas. Tulang rawan ini seperti yang ada pada sotong. Bentuknya menyerupai pecahan kaca yang sangat tipis. Itu tidak bisa dimakan dan harus dibuang. Caranya pegang tubuh cumi kemudian tarik tulang rawan tersebut dengan menggunakan jari.

6. Buang membran kulit

Meskipun kulit cumi-cumi yang gelap dan berbintik dapat dimakan, sebagian besar koki memilih untuk mengeluarkannya agar penampilan lebih menarik. Kulit mudah dihilangkan hanya dengan melepaskannya. Setelah kulit dihilangkan, cuci bagian dalam tubuh cumi sampai bersih, gunakan jari untuk mengeluarkan sisa jeroan.

Jenis Cumi yang Dapat Diolah

Sebagai penggemar cumi, perlu diketahui jenis cumi apa saja yang dapat diolah sebagai sajian sedap.

1. Cumi Bangka

Sumber gambar : resepkoki.id

Cumi identik dengan tubuh berwarna putih dengan banyak bintik merah. Nah, cumi bangka ini berwarna paling merah dari jenis cumi lainnya. Selain itu, cumi yang banyak ditemukan di Pulau Bangka ini berukuran lebih panjang dari jenis lain, yakni sekitar 20-30 cm. Cumi bangka memiliki daging tebal dan sirip agak lebar. Biasanya, jenis cumi ini bisa dibakar utuh, digulai, dipotong lalu ditumis atau dibuat campuran sup, gulai, dikeringkan (juhi), atau dijadikan kerupuk kemplang (cumi).

2. Cumi Sero

Sumber gambar: resepkoki.id

Kalau cumi satu ini pastinya sering kita lihat di pasar atau supermarket, nih. Cumi sero terlihat pipih dan lebih pendek dari cumi bangka, yakni sekitar 10-15 cm. Tubuhnya cenderung putih dengan sedikit bintik merah. Ada dua jenis cumi sero segar yang dijual, yakni ukuran kecil dan sedang. Cumi sero kecil umumnya dikeringkan, atau dimasak utuh dalam tumisan atau sayur, sedangkan cumi sero sedang biasanya diiris kecil untuk digoreng tepung, ditumis, atau dibuat campuran sup.

3. Cumi Telur

Sumber gambar: resepkoki.id

Cumi telur memiliki kenampakan yang sangat mirip dengan cumi sero, nih. Tapi tenang, ada perbedaan yang tetap kelihatan kok, yakni bagian perut cumi telur yang lebih besar atau menggembung. Cumi telur juga tersedia dalam ukuran kecil maupun sedang di pasaran. Khusus cumi ini biasanya diolah jadi tumisan, dijadikan cumi asin kering, maupun cumi bakar yang sering nangkring di meja resto seafood.

4. Cumi Asin Kering

Sumber gambar: resepkoki.id

Di antara jenis lainnya, cumi yang satu ini berukuran paling kecil, terasa asin, dan bertekstur kering. Pada dasarnya, cumi asin adalah cumi sero atau cumi telur berukuran kecil yang dikeringkan dan diasinkan. Oleh sebab itu, cumi asin memang terhitung paling awet dari cumi lainnya karena diberi garam sebagai pengawet alami.

Cumi asin kering gampang ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Seringnya, cumi ini dicampurkan dalam tumisan yang berisi cabai dan bawang putih. Cumi jenis ini bisa dimasak dengan resep cumi asin cabe hijau.

5. Sotong

Sumber gambar: resepkoki.id

Sotong adalah salah satu jenis seafood yang sering disangka cumi-cumi. Padahal, sotong ini beda spesies, lho. Sekilas pandang, sotong tidak jauh beda dengan cumi-cumi, tapi bukan berarti tak bisa dibedakan, ya. Bentuk perut sotong lebih pipih, lebar, dan mirip perisai. Nah, yang paling unik, sotong ini bisa mengubah warna. Kadang terlihat kuning atau coklat saat dijual. Sotong bisa dibakar, diiris tipis lalu ditumis, dibuat campuran sup, atau bisa juga digoreng krispi.

Benarkah ada cumi-cumi yang mengisap darah?

           

Cumi-cumi yang biasa dikonsumsi oleh manusia adalah jenis Loligo Pealei dan tersebar di perairan Laut TengahAsia Timur, serta sepanjang pantai timur Amerika Utara. Ada yang hidup di dekat dengan permukaan air, ada pula yang hidup di tempat yang dalam sekali atau palung laut

            Ada satu jenis cumi-cumi yang hidup di laut dalam, cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis). Meskipun dijuluki cumi-cumi vampir, tetapi ia tidak mengisap darah. Makanan utamanya adalah hewan-hewan kecil di laut bagian dalam. Cumi-cumi vampir tinggal jauh di dasar laut. Ia bisa ditemukan di kedalaman 600 sampai 1000 meter. Karena posisinya di laut dalam, cumi-cumi vampir belum

Dasar laut yang gelap tersebut membuat metabolisme tubuh cumi-cumi vampir menjadi rendah. Gerakan dan fase hidupnya yang lambat menyebabkan umur cumi-cumi vampir, hidup lebih lama dari cumi-cumi biasa. Ia pun memiliki pertahanan diri yang unik dibandingkan cumi-cumi biasa. Bukan tinta biasa yang dikeluarkan oleh cumi-cumi vampir. Melainkan tinta yang mengandung bakteri bercahaya yang dapat mengakibatkan kebutaan sementara.

Penutup

Jika ditelusuri lebih dalam, terdapat banyak jenis cumi-cumi yang hidup di bawah laut. Tidak semua jenis cumi-cumi dapat dikonsumsi. Cumi-cumi yang bisa dikonsumsi adalah cumi-cumi jenis loligo pealei. Untuk itu, ibu hamil pun dapat mengkonsumsi cumi, selama masakannya itu matang sempurna. Jika berpotensi mengalami alergi setelah makan cumi, harap segera cek ke dokter.

Dalam tubuh cumi-cumi banyak terdapat selenium, riboflavin, dan vitamin B 12. Testur kenyal dengan rasa gurih ternyata mengandung nutrisi yang lengkap seperti kalori, lemak, protein, vitamin dan mineral. Rasanya yang agak manis dan gurih memungkinkan cumi-cumi dapat dibakar, digoreng dan dimasak dengan santan kelapa.

Apa masakan favoritmu dengan bahan cumi-cumi? Yuk tuliskan di kolom komentar.

Daftar pustaka

https://www.gurupendidikan.co.id/ciri-khusus-cumi-cumi/

https://resepkoki.id/5-jenis-cumi-untuk-makanan-di-indonesia-2/

https://www.sehatq.com/artikel/bolehkah-ibu-hamil-makan-cumi-ini-penjelasannya

https://www.haibunda.com/moms-life/20191121160815-76-68254/tips-membersihkan-cumi-segar-agar-makin-sedap-disantap

https://bobo.grid.id/read/081941019/namanya-cumi-cumi-vampir-apakah-mengisap-darah?page=all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s